Kamis, 13 Agustus 2009

Aku Berjuang Tuk Bangsaku, Indonesia!

Sang waktu terus berjalan, tanpa menoleh ke belakang…
Tak terasa sudah 64 tahun bangsaku merdeka…Kemerdekaan yang tak ternilai harganya…
dibandingkan dengan apapun di bumi ini…
Terima kasih ku tuk para pahlawan bangsa…
yang telah mengorbankan segalanya demi negeri ini…
Walaupun ku hanya tau engkau dari buku - buku sejarah…
dari film - film dokumenter…
dari cerita kakek, nenek, orang tua ku…
Jiwa dan kebesaranmu…
ada di relung hatiku yang paling dalam…
Ku bangga akan kegigihan mu…
Ku salut akan kepintaran dan kecerdasanmu…
Ku merinding melihat semangatmu yang berkobar…
Ku pedih melihat penderitaanmu…
Ku menangis melihat pengorbanan jiwa ragamu…
Dan ku… gak tau mau bicara apa lagi…
Cita - citamu yang sungguh mulia…
Mengharapkan kemerdekaan tuk bangsa ini…
Tuk kehidupan di masa mendatang…
yang lebih baik…
Tanpa kungkungan tirani penjajah…
Sekarang bangsa ini sudah merdeka…
Gak ada lagi penjajahan…
Sudah saat nya lah ku ini…
sebagai generasi penerusmu…
wahai pahlawan kemerdekaan…
Ku harus berjuang…
membangun bangsa ini…
Mengisi bangsa ini dengan segala sesuatu…
yang bermanfaat dengan bangsa ini…
Tapi…Ku tak sehebat engkau…
Ku tak setangguh engkau…
Ku tak setabah engkau…
wahai para pahwlawan bangsa…
Apa dayaku…
Ku hanya sesosok kecil di bangsa ini…
Sumbangsih ku tidaklah sebesar engkau…
Ku hanya bisa berjuang tuk kelompok kecil saja…
Ku hanya bisa menitipkan kepentingan negara ini…
kepada para pemimpin - pemimpin bangsa…
Di pundakmulah roda pembangunan ini berputar…
Terima kasihku tuk para pemimpin bangsa…
yang memiliki kekuatan…menjalankan roda pembangunan…
Ku hanya bisa berdoa…
Ku hanya bisa melakukan apa yang aku bisa…
yang tidaklah besar sumbangsihku tuk bangsa ini…
Tapi…Sudahkah bangsa ini merasakan arti kemerdekaan…
Kesejahteraan tuk seluruh rakyat…
Keadilan tuk seluruh rakyat…
Kemudahan tuk seluruh rakyat…
Dan segalanya tuk seluruh rakyat…
Tidak…
Walaupun ku hanya sesosok mahluk kecil…
Ku tak bodoh…
Ku bisa melihat…
Ku bisa mendengar…
Ku bisa merasakan…
Kemerdekaan belum bisa dirasakan seluruh rakyat…
Dimana engkau para pemimpi
n bangsa…
Dimana PANCASILA…
Dimana UUD…
Bangunlah…
Muncullah…
Lihatlah…
Dengarlah…
Angkatlah martabat bangsa ini…
Ku menangis melihat nasib bangsa ini…
Ir. Soekarno, Teuku Umar, Pangeran Diponegoro…
Cut Nyak Dien…
dan yang lainnya…
Pasti menangis juga…
melihat nasib bangsa ini…
Mau dibawa kemana bangsa ini…
Ku bukanlah seorang yang nasionalis…
Ku hanya lahir di negeri ini…
Ku hanya besar di negeri ini…
Ku hanya berpijak di negeri ini…
Ku hanya akan musnah di negeri ini…
Ku hanya bisa menangis setahun sekali…
tuk bangsa ini…di hari yang sama kemerdekaan dicetuskan…
Andaikan…Ku punya kekuatan…
tuk merubah keadaan bangsa ini…
Pasti kan kulakuan…
Ku bukanlah seorang pujangga…
Ku hanya bisa menulis isi hatiku…
Ku hanya bisa berceloteh…
Dan ku hanya bisa menerima…
Sejelek - jeleknya negeri ini…
Seburuk - buruknya negeri ini…
Sehancur - hancurnya negeri ini…
Ku tetap cinta INDONESIA…
Bangsaku…
Negeriku…
Tanah Airku
DIRGAHYU REPUBLIK INDONESIA KE 64.
MERDEKAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
HIDUP INDONESIA .............. TERUSLAH JAYAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!111
Ramadhan adalah bulan penuh berkah, penuh berkah dari semua sisi kebaikan.
Oleh karena itu, umat Islam harus mengambil keberkahan Ramadhan dari semua aktifitas positif dan dapat memajukan Islam dan umat Islam.
Termasuk dari sisi ekonomi, sosial, budaya dan pemberdayaan umat.
Namun demikian semua aktifitas yang positif itu tidak sampai mengganggu kekhusu’an ibadah ramadhan terutama di 10 terakhir bulan Ramadhan.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan bulan puasa sebagai bulan penuh amaliyah dan aktivitas positif.
Selain yang telah tergambar seperti tersebut di muka, beliau juga aktif melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Rasulullah saw. menikahkan putrinya (Fathimah) dengan Ali RA, menikahi Hafsah dan Zainab.
Persiapan Mental Persiapan mental untuk puasa dan ibadah terkait lainnya sangat penting.
Apalagi pada saat menjelang hari-hari terakhir, karena tarikan keluarga yang ingin belanja mempersiapkan hari raya, pulang kampung dll, sangat mempengaruhi umat Islam dalam menunaikan kekhusu’an ibadah Ramadhan.
Dan kesuksesan ibadah Ramadhan seorang muslim dilihat dari akhirnya.
Jika akhir Ramadhan diisi dengan i’tikaf dan taqarrub yang lainnya, maka insya Allah dia termasuk yang sukses dalam melaksanakan ibadah Ramadhan.
Persiapan ruhiyah (spiritual) Persiapan ruhiyah dapat dilakukan dengan memperbanyak ibadah, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an saum sunnah, dzikir, do’a dll.
Dalam hal mempersiapkan ruhiyah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan kepada umatnya dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, sebagaimana yang diriwayatkan ‘Aisyah ra. berkata:” Saya tidak melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan.
Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya’ban” (HR Muslim).
Persiapan fikriyahPersiapan fikriyah atau akal dilakukan dengan mendalami ilmu, khususnya ilmu yang terkait dengan ibadah Ramadhan.
Banyak orang yang berpuasa tidak menghasilan kecuali lapar dan dahaga. Hal ini dilakukan karena puasanya tidak dilandasi dengan ilmu yang cukup.
Seorang yang beramal tanpa ilmu, maka tidak menghasilkan kecuali kesia-siaan belaka.
Persiapan Fisik dan Materi Seorang muslim tidak akan mampu atau berbuat maksimal dalam berpuasa jika fisiknya sakit.
Oleh karena itu mereka dituntut untuk menjaga kesehatan fisik, kebersihan rumah, masjid dan lingkungan.
Rasulullah mencontohkan kepada umat agar selama berpuasa tetap memperhatikan kesehatan.
Hal ini terlihat dari beberapa peristiwa di bawah ini :
• Menyikat gigi dengan siwak (HR. Bukhori dan Abu Daud).
• Berobat seperti dengan berbekam (Al-Hijamah) seperti yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim.
• Memperhatikan penampilan, seperti pernah diwasiatkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabat Abdullah ibnu Mas’ud ra, agar memulai puasa dengan penampilan baik dan tidak dengan wajah yang cemberut. (HR. Al-Haitsami).
Sarana penunjang yang lain yang harus disiapkan adalah materi yang halal untuk bekal ibadah Ramadhan. Idealnya seorang muslim telah menabung selama 11 bulan sebagai bekal ibadah Ramadhan. Sehingga ketika datang Ramadhan, dia dapat beribadah secara khusu’ dan tidak berlebihan atau ngoyo dalam mencari harta atau kegiatan lain yang mengganggu kekhusu’an ibadah Ramadhan.
Merencanakan Peningkatan Prestasi Ibadah (Syahrul Ibadah)Ibadah Ramadhan dari tahun ke tahun harus meningkat.
Tahun depan harus lebih baik dari tahun ini, dan tahun ini harus lebih baik dari tahun lalu. Ibadah Ramadhan yang kita lakukan harus dapat merubah dan memberikan output yang positif.
Perubahan pribadi, perubahan keluarga, perubahan masyarakat dan perubahan sebuah bangsa.
Allah SWT berfirman : « Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri » (QS AR- Ra’du 11).
Diantara bentuk-bentuk peningkatan amal Ibadah seorang muslim di bulan Ramadhan, misalnya; peningkatan, ibadah puasa, peningkatan dalam tilawah Al-Qur’an, hafalan, pemahaman dan pengamalan. Peningkatan dalam aktifitas sosial, seperti: infak, memberi makan kepada tetangga dan fakir-miskin, santunan terhadap anak yatim, beasiswa terhadap siswa yang membutuhkan dan meringankan beban umat Islam.
Juga merencanakan untuk mengurangi pola hidup konsumtif dan memantapkan tekad untuk tidak membelanjakan hartanya, kecuali kepada pedagang dan produksi negeri kaum muslimin, kecuali dalam keadaan yang sulit (haraj).
Menjadikan Ramadhan sebagai Syahrut Taubah (Bulan Taubat)Bulan Ramadhan adalah bulan dimana syetan dibelenggu, hawa nafsu dikendalikan dengan puasa, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka.
Sehingga bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat kondusif untuk bertaubat dan memulai hidup baru dengan langkah baru yang lebih Islami.
Taubat berarti meninggalkan kemaksiatan, dosa dan kesalahan serta kembali kepada kebenaran.
Atau kembalinya hamba kepada Allah SWT, meninggalkan jalan orang yang dimurkai dan jalan orang yang sesat.
Taubat bukan hanya terkait dengan meninggalkan kemaksiatan, tetapi juga terkait dengan pelaksanaan perintah Allah.
Orang yang bertaubat masuk kelompok yang beruntung.
Allah SWT. berfirman: “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (QS An-Nuur 31).
Oleh karena itu, di bulan bulan Ramadhan orang-orang beriman harus memperbanyak istighfar dan taubah kepada Allah SWT.
Mengakui kesalahan dan meminta ma’af kepada sesama manusia yang dizhaliminya serta mengembalikan hak-hak mereka.
Taubah dan istighfar menjadi syarat utama untuk mendapat maghfiroh (ampunan), rahmat dan karunia Allah SWT. “Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (QS Hud 52)
Menjadikan bulan Ramadhan sebagai Syahrut Tarbiyah, Da’wahBulan Ramadhan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para da’i dan ulama untuk melakukan da’wah dan tarbiyah.
Terus melakukan gerakan reformasi (harakatul ishlah).
Membuka pintu-pintu hidayah dan menebar kasih sayang bagi sesama.
Meningkatkan kepekaan untuk menolak kezhaliman dan kemaksiatan. Menyebarkan syiar Islam dan meramaikan masjid dengan aktifitas ta’lim, kajian kitab, diskusi, ceramah dll, sampai terwujud perubahan-perubahan yang esensial dan positif dalam berbagai bidang kehidupan. Ramadhan bukan bulan istirahat yang menyebabkan mesin-mesin kebaikan berhenti bekerja, tetapi momentum tahunan terbesar untuk segala jenis kebaikan, sehingga kebaikan itulah yang dominan atas keburukan.
Dan dominasi kebaikan bukan hanya dibulan Ramadhan, tetapi juga diluar Ramadhan.
Menjadikan Ramadhan sebagai Syahrul Muhasabah (Bulan Evaluasi)Dan terakhir, semua ibadah Ramadhan yang telah dilakukan tidak boleh lepas dari muhasabah atau evaluasi.
Muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah kita perbuat dengan senantiasa menajamkan mata hati (bashirah), sehingga kita tidak menjadi orang/kelompok yang selalu mencari-cari kesalahan orang/kelompok lain tanpa mau bergeser dari perbuatan kita sendiri yang mungkin jelas kesalahannya.
Semoga Allah SWT senantiasa menerima shiyam kita dan amal shaleh lainnya dan mudah-mudahan tarhib ini dapat membangkitkan semangat beribadah kita sekalian sehingga membuka peluang bagi terwujudnya Indonesia yang lebih baik, lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera.
Dan itu baru akan terwujud jika bangsa ini yang mayoritasnya adalah umat Islam kembali kepada Syariat Allah

Selasa, 11 Agustus 2009

Wanita Shalehah

Laksana rembulan...
Menyinari insan bumi.
Jika ia memandang...
Dunia seakan tergetar karena ketulusannya
Jika ia berkata...
Dunia seakan terlena karena kelembutannya.
Jika ia tersenyum...
Duniapun ikut tersenyum karena keikhlasannya.
Laksana pelita...
Tubuh terbakar demi sebuah pengorbanan.
Menjadi penuntun di tengah gemerlapnya dunia.
Laksana sahabiyah...
Langkah kakinya bagai langkah Fatimah.
Hidupnya penuh ketenangan jiwa.
Karena hatinya selalu berdzikir.
Dialah wanita sholehah..
Yang senantiasa menjadi penentu.
Akan sebuah perubahan dunia

Hanya Allah Yang Maha Tahu

Kita tidak tahu apakah Allah akan memberi rezeki yang banyak atau sedikit kepada kita. Kita juga tidak tahu kapan kita akan sukses. Satu-satunya hal yang bisa kita lakukan saat ini adalah berusaha untuk mendapatkannya.
Memberikan jodoh yg baik hati luar biasa. Menakdirkan kita akan mati hari ini atau esok hari.
kita hanya bisa berdoa dan berusaha. semoga kelak Allah memberikan kita kehidupan yg lebih bahagia. amin ....

Senin, 10 Agustus 2009


Ku menunggu dia di sana
Ku sendiri hanya pohon dan kicauan burung-burung yang bersautan
Ku lama menanti dirimu
Namun kau lama tak muncul
Hhhhh,,,,,, ku bosan menunggumu
Kuteriak saja ......
Daasar cowok pembohong.......

Gerimis


Gerimis
Musim penghujan
Hadir tanpa pesan
Bawa kenangan
Lama t’lah menghilang
Saat yang indah
Dikau di pelukan
Setiap nafasmu
Adakah milikku oh....
Surya terpancar
Dari wajah kita
Bagai menghalau
Mendung hitam tiba ... oh
Sekejap badai datang
Mengoyak kedamaian
Segala musnah, lalu gerimis
Langit pun menangis
Kekasih
Andai saja kau mengerti
Harusnya kita mampu
Lewati itu semua
Dan bukan menyerah untuk berpisah
Kekasih...
Andai saja kau sadari
Semua hanya
Satu ujian ‘tuk cinta kita
Dan bukan alasan
Untuk berpisah

Sabtu, 08 Agustus 2009

Ya Allah

Ya Allah, peliharalah kami dari musibah yang Engkau turunkan, berikanlah kami nikmat-nikmat-Mu dan jadikanlah kami hamba-hamba yang mendapatkan kebaikan, bukan hamba-hamba yang mendapat ujian, dengan rahmat-Mu, Wahai yang paling penyayang diantara yang penyayang. Anugerahkan kepada kami kesehatan lahir dan bathin. Amin